
KEPULAUAN SELAYAR – Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhtar, M.M., meninjau langsung lokasi tanah longsor yang terjadi di Desa Kohala, Kecamatan Buki, Senin (7/7/2025).
Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan bahu jalan pada bibir gorong-gorong mengalami longsor dan membahayakan pengendara.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh instansi teknis terkait serta pemerintah setempat. Ia langsung menginstruksikan agar penanganan darurat segera dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan dan kerusakan lebih lanjut.
Baca Lainnya :
- DAHLUL MALIK: “Seleksi Tilawatil Qur’an harus dimasyarakatkan”0
- Wakil Bupati Kepulauan Selayar Buka Sosialisasi dan Finalisasi Draft TPAKD 0
- Pemkab Selayar Berikan Perhatian Serius Soal Pengelolaan Kearsipan0
- Pemkab Target Tarik Investor Melalui Selayar Invesment Day 20220
- Kepsek UPT SDN Labuang Mangatti Ajak Para Guru Jabarkan Tema HGN 20230
“Segera lakukan penanganan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) atau memanfaatkan anggaran perubahan. Untuk solusi jangka panjang, agar pembangunan permanennya diusulkan pada anggaran pokok tahun 2026,” tegas Wabup di lokasi.
Menindaklanjuti arahan tersebut, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) langsung melakukan pengukuran dan perhitungan estimasi biaya guna percepatan pelaksanaan penanganan.
Usai meninjau lokasi longsor, Wakil Bupati melanjutkan kunjungannya ke Desa Laiyolo, Kecamatan Bontosikuyu. Di sana, Wabup Muhtar meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Buntu, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.
Disadur dari berbagai sumber diinternet, Sekolah Rakyat Asta Cita merupakan program pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini mengusung konsep sekolah asrama gratis dan berkualitas, yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan (HUMAS-IC)